fbpx

Developer Battlefield V diblokir dari Call of Duty: Black Ops 4 Karena terlalu Handal

Kurang lebih satu minggu sebelum perilisan game first-person shooter Battlefield V garapan EA DICE, tidak diragukan bahwa tim tengah melakukan persiapan untuk perilisan game agar sesuai dengan yang direncanakan, hingga ke bagian konten post-launch. Dengan kesibukan tersebut bukan berarti pihak developer tidak dapat menemukan waktu untuk bersenang-senang, terkadang kesenangan tersebut bisa didapatkan melalui permainan yang dilakukan dengan rival terdekat.

Floran Le Bihan yang merupakan seorang designer yang bekerja untuk EA DICE dan Battlefield V, melalui akun Twitter-nya mengatakan bahwa dia diblokir dari game Call of Duty garapan Treyarch. Dalam postingannya Le Bihan juga melampirkan screenshot dari pesan yang diterimanya yang menunjukkan bahwa dia mendapatkan notifikasi bahwa dirinya telah dilarang untuk memainkan Call of Duty: Black Ops 4.

Melalui postingannya Le Bihan juga meminta pihak Treyarch agar tidak memblokirnya dan kembali memperbolehkannya memainkan Call of Duty. Le Bihan juga mengunggah sebuah video footage yang menjelaskan alasan kenapa dirinya diblokir dari Call of Duty. Video tersebut memperlihatkan Le Bihan yang tengah bermain dan menjatuhkan para player Call of Duty dengan mudahnya. Dalam footage juga terlihat bahwa Le Bihan bermain dengan sangat handal memperlihatkan kemampuannya dalam bereaksi, membidik dan menjatuhkan lawan.

Beberapa sumber beranggapan bahwa Le Bihan diblokir dari game karena terlalu handal ketika bermain sehingga membuat sistem yang diciptakan Treyarch mencurigai bahwa Le Bihan menggunakan program yang berhubungan dengan cheat. Meskipun begitu hal ini tidak menjadi sesuatu hal yang mengejutkan bagi Le Bihan karena dirinya memang merupakan seorang player professional Battlefield yang bermain untuk tim Fnatic.

Disatu sisi, hal ini membuat banyak fans bersimpati kepada Le Bihan karena diblokir dan tidak dapat memainkan game. Namun disisi lain hal ini menunjukkan hal yang positif bagi Treyarch, karena sistem anti-cheat yang dirancang bekerja secara proaktif karena masalah utama yang belakangan ini timbul di komunitas player Call of Duty adalah banyaknya penggunaan aimbots. Le Bihan memang bukan salah satu diantara player yang berbuat curang, namun setidaknya sistem anti-cheat ini sudah memperlihatkan kinerjanya.

More Stories
Trailer Ghost of Tsushima Hadir dengan Dub Bahasa Jepang