fbpx

Diduga Menyalahgunakan Sistem, PUBG Matikan Fitur Trading

PlayerUnknown’s Battleground (PUBG) mungkin memang merupakan game yang mengharuskan kita untuk membunuh sesama player-nya di dalam game. Namun berbagai perangkat dan mekanisme “Personal Item Trading” yang disajikan mulai dari ketersediaan senjata, kosmetik untuk karakter, hingga item-tem langka yang didapatkan di dalam game, membuat komunitas trader menjadi semakin besar di kalangan fans. Hal ini kemudian kabarnya memancing developer PUBG, PUBG Corp, untuk mengambil tindakan tegas yang melibatkan fitur trading tersebut.

PUBG Corp kabarnya mengendus banyaknya player yang menggunakan fitur tersebut untuk keuntungan pribadi sebesar-besarnya dengan memanfaatkan 3rd Market Website sebagai penghubung, daripada menggunakan sistem yang sudah disediakan oleh PUBG sendiri. Terlibatnya pihak lain membuat Trader dapat menjual dengan keuntungan melebihi batas yang telah ditentukan dan disediakan sebelumnya oleh tim PUBG. Sejauh ini, PUBG memiliki Steam Market yang dapat ditukar melalui uang yang nantinya akan masuk ke steam dan digunakan untuk seluruh kegiatan yang berhubungan dengan steam market.

Sementara jika Player ingin menggunakan uang tersebut, atau dengan kata lain, “meng-uangkan” nominal yang didapat melalui Steam, di sanalah 3rd Market Website akan berperan, jika kalian ingin mendapatkan keuntungan dengan menjual barang untuk “Real Money” di atas batasan market. Bisnis ini juga cukup menguntungkan. Sementara Valve hanya menarik sekitar 2-3% untuk tiap item, 3rd Party Market dapat memberi keuntungan hingga 5%, dengan keuntungan bernilai tinggi hingga puluhan ribu dollar.

“Personal Trade seharusnya digunakan untuk saling bertukar dengan teman tanpa adanya biaya apapun. Baru-baru ini kami menerima laporan, bahwa beberapa Player menggunakan fitur tersebut untuk menjual item via situs luar. Hal ini jelas menyalahgunai sistem yang kami kembangkan hingga saat ini,” ungkap situs resmi PUBG Corp.

Di luar hal tersebut, PUBG Corp juga sedang mencari solusi baik untuk menyelesaikan masalah ini. Yang mengindikasikan bahwa penutupan ini hanyalah bersifat sementara sampai solusi terbaik ditemukan nantinya.

“Sampai kami menemukan solusi untuk menangkal penyalahgunaan tersebut, larangan ini akan kami tarik kembali,” tambahnya.

Sang Developer, PUBG Corp memang dikenal tegas dalam menjalankan aturan yang berada demi kenyamanan dan keamanan, serta kelangsungan dari gamenya tersebut. Baru-baru ini mereka juga menciduk 15 orang hacker yang menjebol sistem keamanan PUBG, untuk mendapatkan kode yang memungkinkan Player untuk melakukan kecurangan di dalam game, dan mengganjar mereka dengan tuntutan sebesar 5 juta dollar. Ini bukan kali pertama PUBG Corp bertindak, karena mereka memang sering sekali memerangi para hacker, hingga menciptakan update Anti-Cheater secara berkala.

PlayerUnknown’s Battleground saat ini tersedia untuk PC dan Xbox One, serta dalam perangkat mobile portable untuk iOS serta Android.

More Stories
Jadwal Rilis Game Baru Februari 2018