fbpx
Game Online Terbaik PUBG

Developer PlayerUnknown’s Battleground (PUBG) Akui Adanya Kekurangan

Sejak meninggalkan early access untuk PC pada Desember 2017, PUBG kerap mengembangkan berbagai macam update untuk menyokong perkembangan game. Termasuk untuk map baru, Sanhok, yang akan dirilis pada waktu mendatang. Meski begitu, developer PUBG, PUBG Corp mengakui bahwa mereka masih banyak kekurangan dalam beberapa hal secara teknis.

Dalam situs resminya kemarin, PUBG Corp mengakui mendapat berbagai tekanan dan kekhawatiran dari fans, dengan pernyataan, “Meski kami telah melakukan berbagai upgrade dan penamban yang cukup berarti untuk para pemain dalam game PUBG, bersamaan dengan itu, kami gagal juga dalam berbagai hal”. Dengan jujur, PUBG Corp menjelaskan secara transparan mengenai performa keseluruhan, kecurangan, dan optimisasi server merupakan 3 hal utama yang saat ini masih belum dapat mereka minimalisir secara maksimal.

Bebeerapa waktu ini juga muncul komplain dari berbagai kalangan pemain terkait map selanjutnya yang sampai saat ini diklaim tidak mendapatkan tambahan yang maksimal, dalam waktu yang cepat. Selain itu masalah framerate (fps) drop juga merupakan problem besar yang sampai saat ini belum teratasi. Tim kerap kali mengahadapi masalah yang sama, dan itu rata-rata paling sering terjadi setelah dilaksanakannya update yang notabene menambah berbagai macam fitur untuk permainan PUBG.

Siklus ini membuat cara pembaharuan sistem di dalam game (update) juga mengalami perubahan saat dirilis (secara live server), dengan update fix yang meyusul ditambahan di kemudan hari untuk mengatasi penggunaan GPU yang overload. Hal ini sebenarnya merupakan sebuah masalah klasik, namun beberapa waktu ini seiring bertambahnya pemain, masalah ini kemudian juga ikut meluas, sehingga kemudian diklaim sebagai salah satu isu mengenai kekurangan dalam masalah performa dan kinerja PUBG.

Untuk masalah kecurangan (cheat), PUBG Corp menyebut bahwa mereka telah berusaha melakukan yang terbaik, sehingga sektor ini diklaim sebagai “sektor yang paling mereka maksimalkan pencegahannya dalam beberapa bulan terakhir”. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, masalah kecurangan ini memang menjadi hal yang cukup banyak menyerang game ini dalam beberapa waktu terakhir. Sang Developer, PUBG Corp memang dikenal tegas dalam menjalankan aturan yang berada demi kenyamanan dan keamanan, serta kelangsungan dari gamenya tersebut. Baru-baru ini mereka juga menciduk 15 orang hacker yang menjebol sistem keamanan PUBG melalui backdoor server China, dan mengganjar mereka dengan tuntutan sebesar 5.1 juta dollar. Ini bukan kali pertama PUBG Corp bertindak, karena mereka memang sering sekali memerangi para hacker, hingga menciptakan update Anti-Cheater secara berkala.

Nahasnya aplikasi anti-cheat yang dikembangkan oleh PUBG Corp tersebut malah mendatangkan masalah bagi beberapa pemain, di antaranya mengalami crash yang sampai mengaharuskan pemain mematikan PC untuk merestart kembali gamenya. Kejadian ini pun berkembang menjadi isu global hingga mau tidak mau, aplikasi tersebut akhirnya ditarik dari peredaran. Di sisi lain, kampanye anti-cheat ini juga lah yang membuat developer “gagal” menjadikan konten update untuk gameplay sebagai priortas utama, yang tentunya mendatangkan berbagai kicauan bernada kecewa dari berbagai kalangan fans.

Hal ini memang mungkin sangat mengecewakan bagi sebagian fans, karena PUBG Corp belum dapat menjadikan PUBG sebagai sebuah game yang stabil dan jauh dari gangguan para cheater. Hanya saja, dengan berbagai pemberitaan yang telah ada, bukan tidak mungkin bahwa sebagian fans lainnya mungkin mengetahui dan masih menghargai berbagai upaya yang dilakukan oleh PUBG Corp demi membuat game ini lebh baik ke depannya.

PlayerUnknown’s Battleground saat ini tersedia untuk PC dan Xbox One, serta dalam perangkat mobile portable untuk iOS serta Android.

More Stories
Capcom Pertimbangkan Membawa Lebih Banyak Remake Setelah Resident Evil 2