fbpx

Polemik Red Zone dalam PlayerUnknown’s Battleground

Kreator PlayerUnknown’s Battleground, Brendan Greene benar-benar mengetahui akan hal ini. Ketidaksesuaian feedback yang didapat antara testimoni dengan kenyataan di lapangan (server). Juga mengenai pembicaraan dalam berbagai komunitas mengenai kesulitan yang Player hadapi di dalam game. Meskipun begitu ada satu topik di mana ia bisa dikatakan kurang setuju dengan apa yang diutarakan oleh Player, yakni topik yang berkaitan dengan Red Zone.

Red Zone adalah area yang berbahaya. Area tersebut kerap ditandai dalam map di mana sewaktu-waktu akan dibombardir oleh bom secara random yang datang dari udara. Pada sebuah kesempatan, Player diberikan kesempatan untuk berlindung ataupun menhindari Red Zone pada tempat tertutup, atau tepatnya di dalam sebuah bangunan. Ketika Player berada dalam area Red Zone ia akan mati seketika jika tidak berlindung. Player yang mengetahui cara menghindari Red Zone dengan tanpa keluar dari area Merah, maka ia akan berada dalam area di mana tidak ada seorang pun di area tersebut yang dapat mengetahui apa yang diperbuatnya, dengan kata lain, sisi tersebut juga menjadi letak keunggulan dari area Red Zone.

Dalam sebuah wawancara, Greene mengaku ia memang mengetahui bahwa ada sebuah komunitas PUBG yang secara vokal menentang penggunaan Red Zone, dan menganggap bahwa Red Zone bukanlah hal yang penting dan tidak berarti apa-apa. Namun Greene punya pandangan lain.

“Kau benar-benar tidak boleh mati dalam keadaan Red Zone. Jika kau mati, itu tandanya kau masih harus banyak belajar. Dan aku minta maaf sebelumnya.. Kau bukanlah Pemain yang baik,” sindirnya. Greene juga menyebut bahwa ia dan tim developer memasang audio cover saat keadaan Red Zone, sehingga Player dapat bertempur dan menyerang lawannya dengan tanpa diketahui di mana posisi mereka masing-masing. “Sangat keren jika kau harus bertempur dalam area itu,” ujarnya. Dengan kata lain, Red Zone dapat dijadikan wahana bermain strategi bagi Player yang benar-benar tahu cara memanfaatkannya.

“Ini seperti, jika kau ada dalam area berbahaya kemudian melihat safe area dalam jarak ratusan meter, dengan kemungkinan terkena ledakan lebih sedikit. Bangunan ditempatkan di sana dengan sebuah alasan tertentu,” ungkap Greene. “Jika kau terjebak dalam pertempuran selama berada dalam kawasan Red Zone, tentunya itu akan membangun adrenalin yang lebih menantang. Orang-orang berkata bahwa itu tidak ada gunanya, tapi jelas ada. Kami memakai audio cover untuk area Red Zone, agar Player lebih mendekat ke dalam jarak untuk mendapatkan area yang tercover audio, Jelas itu ada tujuannya.” tambahnya.

“Tapi jika memang terlampau banyak komplain yang masuk, kami mungkin akan mencoba mempertimbangkan (untuk menghapusnya),” tutupnya. Pada intinya Greene hanya berharap, Player dapat lebih meningkatkan kemampuan agar game dapat berjalan lebih kompetitif. Sebagai informasi tambahan, saat ini Red Zone hanya tersedia dalam PUBG sebagai game bertema Battle Royale. Ini juga menjadi pembeda PUBG dengan game bertema identik lainnya (bahkan tidak tersedia pada saingan terberatnya saat ini, Fortnite).

PlayerUnknown’s Battleground (PUBG) saat ini tersedia untuk platform PC, dengan versi Mobile yang juga tersedia untuk platform iOS serta Android.

More Stories
Gara-Gara Meme, Winnie The Pooh Akan Disensor dalam Kingdom Hearts 3 versi China?