fbpx

Knives Out Kloning PUBG Dengan Player Terbanyak

Knives Out merupakan game mobile untuk Android dan iOS yang dirilis oleh NetEase Games. Dengan konsep battle royale, pemain akan mulai pada satu map dengan ukuran 6,4 x 6,4 km bertarung melawan 99 pemain lainnya dan hanya mereka yang terakhir hidup menjadi pemenangnya. Tentunya konsep game ini merupakan plagiat langsung dari pencetus genre battle royale yakni PUBG. Meskipun dicap sebagai game plagiat, Knives Out sendiri berhasil mengumpulkan hingga 100 juta pemain terdaftar diseluruh dunia. Sehingga, ini juga merupakan kesempatan tim Naiklevel untuk melakukan review game Knives Out dan mencoba mencari apa alasan 100 juta orang mencoba game mirip “PUBG” untuk smartphones ini.

Tim Naiklevel menggunakan iPhone 6s untuk menjajal game Knives Out. Di Appstore sendiri game ini dapat didownload dengan gratis dengan besar data kurang lebih 700MB. Untuk performa aplikasinya sendiri game ini dapat dibilang cukup memeras baterai, sehingga ada baiknya untuk selalu sedia powerbank apabila ingin memainkan game ini saat perjalanan ataupun ditempat jauh dari charger.

Gameplay Knives Out

Knives Out sendiri hanya memiliki 2 server utama yang aktif saat ini. Pertama adalah server negara tempat bermain dan kedua merupakan server global yang memberikan kesempatan untuk berkompetisi dengan pemain negara lain. Meskipun begitu, tim Naiklevel mengalami kesulitan untuk mengakses kedua server akibat kapasitas yang terus penuh. Perlu menunggu hingga 45 menit untuk akhirnya dapat masuk dan menjajal game ini. Setelah memilih server, player diajak untuk membuat karakter serta memberikan nama karakter tersebut. Disini tidak banyak pilihan selain memilih gender dan nama karakter saja. Kemudian, untuk tutorial sendiri diberikan beragam panduan seperti kontrol untuk hip-aim maupun scope-aim. HUD untuk Knives Out sendiri dapat dibilang cukup nyaman dengan tombol attack yang dapat dilakukan dengan jari kiri maupun kanan. Serta peregerakan aim yang stabil dan tidak membuat sensasi bermain game shooter pada screentouch menjadi lebih buruk dari sebelum nya.

Setelah berhasil melewati mode tutorial, player dapat langsung masuk kedalam game dengan memilih salah satu dari 4 mode gameplay, yakni Solo, Duo, Squad dan Fireteam. Matchmaking sendiri tergolong sangat cepat, siapa sangka mengumpulkan 100 pemain dalam satu sesi hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 detik. Seperti yang diekspetasi sebelumnya, game dimulai dengan menumpang pesawat yang mewajibkan pemain untuk terjun ke pulau dibawah dan langsung mencari alat untuk bertahan hidup.


Tidak lama setelah terjun, refresh untuk safezone sendiri amat sangat cepat. Mungkin ini juga menjadi alasan agar setiap sesi dapat terselesaikan dengan cepat. Secara ini merupakan mobile games yang banyak kemungkinannya tidak semua orang bisa bermain berlama-lama pada satu sesi. Meskipun begitu, pergerakan kabut beracun dan safezone ini dapat dibilang terlalu cepat. Gameplay-nya sendiri mengalami pergerakan patah-patah jauh berbeda dengan saat mode tutorial. Hal ini mengindikasikan kondisi server yang digunakan sangat tidak stabil. Senjata yang adapun dapat dibilang sama seperti game mirip PUBG lainnya sama sekali tidak ada kesan unik pada gear game ini. Kekecewaan ini terus berlanjut hingga akhirnya karakter kami harus mati akibat gagal masuk safezone (berlari-pun sama sekali tidak memberikan harapan).

Kesimpulannya

Kami merasa didalam 100 juta pemain terdaftar ini banyak merupakan gamer yang kecewa dengan game ini dan menyerah setelah memainkan game pertama. Banyak masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu oleh Knives Out untuk dapat memberikan pengalaman gaming yang lebih baik. Terutama masalah seperti minimnya jumlah server, serta kurang stabilnya server menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan. Tim Naiklevel menyarankan bagi mereka yang ingin memainkan game ini sebaiknya menunggu hingga update terbaru yang dapat mengatasi masalah ini.

More Stories
Xbox One Luncurkan Controller Edisi Terbatas untuk Sea of Thieves