fbpx

Marvel’s Spider-Man: The HEIST [DLC] Review – Harga Premium untuk Konten Ekonomis

Marvel's Spider-Man @hajimemori32
0 19

Marvel’s Spider-Man merupakan sebuah fenomena menakjubkan untuk sebuah pencapaian game dari franchise Spider-Man, yang hadir dalam 10 tahun terakhir. Game eksklusif besutan Insomniac yang bernaung di bawah Sony Interactive Entertainment ini, berhasil menyatukan berbagai elemen yang ada dalam game seri Spider-Man yang pernah ada sebelumnya, ke dalam sebuah pengalaman baru yang otentik, ketika bermain sebagai si manusia laba-laba. Kesuksesan yang diraih dan berbagai rekor yang diciptakan hingga tercatat sebagai game dengan penjualan terbesar dan tercepat dalam sejarah (3.3 Juta Unit dalam waktu 3 hari), untuk franchise game eksklusif PlayStation.

Marvel’s Spider-Man_20180917091420

Bagi kalian yang masih belum puas dengan apa yang disajikan oleh Marvel’s Spider-Man, Insomniac hadir dengan konten-konten baru lainnya, dalam sebuah DLC bernama The City That Never Sleeps. DLC ini merupakan chapter yang terdiri dari 3 bagian cerita, yang akan dirilis secara simultan oleh Insomniac, mulai dari Oktober hingga Desember 2018.

Salah satu dari DLC tersebut, berjudul The Heist, dan sudah tersedia serta dapat didownload melalui store masing-masing. The Heist adalah bagian pertama dari chapter The City That Never Sleeps, yang dapat dibeli secara terpisah seharga Rp. 144.000,-. Namun jika kalian ingin berhemat, kalian dapat membelinya dalam 1 paket DLC :The City That Never Sleeps dengan harga Rp. 334.000,- saja. Jika kalian membelinya hingga akhir bulan saat ini, diskon 10% Halloween juga dapat membuatnya menjadi lebih murah.

Penulis sebenarnya sempat kaget sekaligus heran, karena DLC ini ternyata berukuran sangat kecil ketika didownload, hanya sekitar 2GB saja. Harapan tinggi membumbung sebelumnya akan sebuah ekspansi dan perubahan besar dari penulis pun, perlahan sirna. Namun apakah DLC ini pantas dihargai dengan sedemikian rupa? Tanpa mengungkap lebih dalam mengenai cerita di dalamnya, Mari kita coba bahas beberapa elemen penting yang mungkin dapat mengubah mindset kalian mengenai cerita lanjutan dari kisah si Kepala Jaring.

Sebuah Chapter Baru: Nostalgia dan Reuni bersama Black Cat

Sudah bukan rahasia lagi bahwa DLC The Heist akan mempertemukan kita dengan Felicia Hardy a.k.a The Black Cat. Jika kalan telah menyelesaikan cerita utama dari Marvel’s Spider-Man, maka kalian juga akan menemui salah satu cerita sampingan yang berbentuk “Side Quest”, untuk menemukan berbagai boneka kucing yang menjadi sasaran pencurian untuk karakter satu ini. The Heist merupakan kepanjangan dari side story pada cerita utama, yang kini berubah menjadi chapter pembuka untuk sebuah awal baru dari cerita selanjutnya untuk Marvel’s Spider-Man.

Dengan tertangkapnya Fisk sebagai dalang kriminal kota New York, “keluarga” atau mungkin bisa dibilang klan kriminal lain pun sudah mulai melakukan berbagai pergerakan. Di sisi lain, Spider-Man dan MJ mencoba untuk menguak sebuah kasus pencurian yang bari-baru ini terjadi.

Situasi menjadi rumit ketika Black Cat tiba-tiba muncul kembali sebagai dalang dari penyerangan untuk pencurian sebuah Lukisan dari museum New York. Dalam 8 tahun petualangannya sebagai Spider-Man, terungkaplah Peter Parker dikisahkan sempat menjalin hubungan asmara dengan salah satu sosok anti-hero Black Cat, yang sekaligus merupakan alter ego dari Felicia Hardy. Setelah bisa dikatakan backstreet dengan MJ, Hubungan rumit ini kembali terkuak ke permukaan. Konflik pun tejadi melibatkan ketiganya. Namun di luar dari dinamika hubungan ketiganya, tersimpan sebuah hal besar lain di luar sana.

Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Penulis sangat puas dengan penampilan Black Cat versi Insomniac. Dia cantik, lincah, dan pandai menggoda Spider-Man. Interaksinya dengan Spidey bahkan membuat si kepala jaring sering kali “salting” ketika di hadapan Black Cat. Dihadapan wanita yang pernah menaklukan hatinya tersebut, Spidey kembali ke dalam jati dirinya sebagai Peter Parker yang kikuk dan awkward. Dinamika keduanya juga menjadi cerita yang menghibur. Meski demikian, Insomniac juga tidak serta merta menghilangkan kesan Black Cat juga merupakan pribadi yang misterius seperti biasanya.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Kalian dapat menemukannya ketika memainkan DLC Pertama ini sebagai bagian dari rentetan Chapter, The City That Never Sleeps.

Gameplay Baru Rasa Lama

Tidak banyak perubahan yang ada pada DLC The Heist. Selain cerita utama, di sini kalian dapat menemukan berbagai macam tantangan berupa side activity yang ada di antaranya mengejar kelompok penjahat baru yang melakukan perampokan dan berkeliaran di kota. Membantu seorang Polisi Veteran untuk mencari lukisan yang hilang, dan masih ingat dengan Screwball yang nyentrik? Kalian juga akan mendapatkan beberapa tantangan berupa Challenge dari dirinya.

The Heist juga menyajikan mekanisme baru. Di antaranya team-up menghajar musuh dengan bantuan Black Cat. dan juga sistem Takedown bersamaan yang lebih berguna, dibanding ketika memainkan MJ pada game utama (Base-Game). Namun beberapa event misalnya mengejar Black Cat, bahkan sebenarnya sudah diperkenalkan sebelumnya pada seri Spider-Man 2 dan Spider-Man: Web of Shadow. Meskipun di sini dikemas dengan adegan yang cukup memorable dan yang penting, CINEMATIC.

Tambahan musuh baru, seperti thug dengan perawakan besar dan membawa Gatling Gun (Mini-Gun) juga kerap memberikan kesulitan karena serangannya yang memang sulit dihindari.

Marvel’s Spider-Man_20181023144518

Selebihnya, kalian hanya akan melakukan aktivitas seperti biasa. Melompat – Berayun – Memukul. Tidak ada tambahan skill tree yang memungknan terciptanya pergerangan serangan (movement) baru bagi Spidey. Menurut penulis sendiri, hal ini sangat disayangkan, mengingat Spider-Man mungkin seharusnya dapat belajar banyak atau setidaknya 1-2 gerakan baru, dari reuninya kembali bersama Black Cat.

Transisi Cerita yang Cukup Aneh

Marvel’s Spider-Man memberikan cerita yang sangat fluid untuk diikuti. Namun sayangnya, hal tersebut nampaknya tidak berlaku untuk DLC The Heist kali ini. Meskipun merupakan sebuah cerita baru, The Heist lebih seperti ekspansi terpisah di antara Main Story yang telah ada dengan DLC yang akan diaktifkan nantinya. The Heist dapat diakses melalui base gamenya, ketika Spider-Man telah memasuki cerita tertentu dalam cerita utama (Main Story). Bagi kalian yang telah menyelesaikan game utamanya, maka kalian sudah dipastikan dapat memainkan DLC ini.

Mengapa penulis berkata bahwa The Heist tidak se-fluid sebelumnya? Bagian utama dari DLC pertama ini kebanyakan  mengambil setting pada malam hari, namun jika kalian tidak mengubah waktu ke malam hari, maka akan ada sebuah potongan transisi berupa Loading maupun Klip Langsung, dari siang atau senja ke malam yang sangat mengganggu, sehingga membuat permainan terasa kurang nyaman dan kagok.

Sementara itu setiap transisi dari Cerita Utama DLC ke Side Mission juga tidak terlalu mulus. Dikarenakan aktivitas lain, kadang dapat diakses dan terjadi pada siang hari, sementara misi utama ada pada malam hari. Kalian harus berhadapan dengan pergantian transisi yang cukup kasar setiap kali misi selesai. Jadi sebelum memainkan The Heist, jika kalian ingin fokus ke cerita utamanya, lebih baik setting dulu ke Malam Hari.

Kostum Baru, Namun Kurang Bernilai

DLC The Heist hadir dengan 3 kostum baru. Diantaranya: Scarlet Spider version 2, Resilient Suit, dan Spider-UK.

Beberapa penampakan kostum di atas mungkin familiar bagi sebagian fans Spider-Man, karena beberapa di antaranya berasal dari dimensi Spider-Verse yang berbeda. Di antaranya yang di sebelah kiri adalah Scarlet Spider II (yang merupakan alter ego dari klon Peter Parker, Kaine Parker). Di sebelah kanan, adalah Spider UK (yang merupakan alter ego dari William Braddock, yang awalnya ada rookie Captain Britain). Sementara untuk yang tengah, kostum tersebut merupakan versi original yang dibuat oleh Insomniac, melalui Gabrielle Dell’Otto, setelah sebelumnya sudah ada Advance Suit, dan Velocity Suit yang digarap oleh Adi Granov.

Ketiganya akan didapatkan ketika pemain sudah menyelesaikan beberapa misi spesifik hingga progress 100%. Namun yang disayangkan, ketiganya sama sekali tidak memiliki kemampuan khusus layaknya kostum lain yang telah ada sebelumnya. Baik itu UK, Resilient Suit, maupun Scarlet Spider version 2 tak lebih dari sekedar skin biasa saja sebagai pengganti kostum Spider-Man. Padahal banyak fans berharap, Insomniac dapat memberikan kejutan dari kostum yang notabene jarang didengar bahkan baru, dengan kemampuan unik. Sayangnya, mereka tak lebih dari kostum biasa.

Mini Games dan Easter Egg

The Heist untungnya memberikan Mini Games yang cukup menantang. Masih ingatkan kalian dengan Screwball yang sempat mengacau sebagai salah satu “Youtuber” yang terobsesi pada Spider-Man dalam side mission yang ada di dalam base gamenya? si Cewek Gila satu itu, akan kembali memberikan beberapa tantangan baru, termasuk mekanisme gameplay yang sedikit berbeda, yang dapat diselesaikan untuk mendapatkan reward challenge token.

Selain Screwball Challenge, segmen Just The Facts milik J. Jonah Jameson juga mendapatkan beberpa berita baru yang berkaitan dengan berbagai misi yang kita jalankan untuk semua segmen The Heist. Yang tentunya tetap segar, dan kadang mengocok perut. Spider-Man juga akan menggunakan waktunya secara lebih “manusiawi” di sela-sela misi utama, yang mengarahkan kita pada beberapa easter egg yang berasal dari komik maupun film garapan Sam Raimi, Spider-Man 2. Insomniac memang nampaknya tidak bisa lepas dari franchise yang diklaim memiliki Film dan Game terbaik pada dekade awal tahun 2000-an tersebut ya. Hmm….

KONKLUSI FINAL

The Heist adalah DLC pertama sekaligus pembuka bagi chapter baru untuk cerita Spider-Man, bertajuk The City That Never Sleeps. DLC ini sebenarnya merupakan sebuah pro-kontra, karena Insomniac dianggap “memeras” fans, untuk membeli ekspansi cerita secara terpisah. Apalagi ketika pertama kali dilepas ke pasaran, Insomniac juga mematok harga yang cukup tinggi untuk The Heist, sekitar ½ dari harga base game, Marvel’s Spider-Man. Namun ternyata apa yang disajikan, bisa dibilang tidak sesuai dengan ekspektasi penulis.

  • Cerita utama dari DLC ini secara normal dapat diselesaikan dalam sekali duduk, atau sekitar 1-2 jam saja. Penulis menyelesaikan dalam waktu 3 jam (termasuk beberapa kali side quest eksplorasi) dengan difficulty Spectacular.
  • Masalah lain adalah minimnya konten yang diberkan untuk sebuah DLC berharga Rp. 144.000,- (sekitar $9-$10 untuk versi Amerika).
  • Performace Issue juga tak kalah menghantui chapter pembuka ini, yang mana terkadang cutscene tidak muncul untuk beberapa konsol yang dialami (termasuk penulis sendiri), sebagian dari kalian yang memiliki dan memainkan DLC-nya, mungkin tidak terjadi.

Dengan harga yang relatif cukup mahal, ukuran 1.9 GB rasanya sulit untuk mewujudkan harapan akan konten besar maupun perubahan signifikan. Ukurannya saja tidak lebih besar daripada update terakhir Spider-Man (yang menyertakan New Game+, Ultimate Difficulty, dan Sticker Rotation untuk Photo Mode) yang mencapai 5 GB. Penulis sempat mengira bahwa sebenarnya DLC ini sudah termasuk di dalam game, namun hanya diperlukan untuk mumbukanya saja, namun ternyata semua tampil dengan konten yang seadanya.

“Mungkin lebih baik menunggu semuanya lengkap. Namun Jika Kalian Fans berat Spider-Man, Beli dan Mainkanlah DLC ini lebih awal!”

The Heist sebenarnya tidaklah jelek, Black Cat tampil secara sempurna dan luar biasa. Hanya saja terdapat beberapa elemen yang masih dirasa kurang optimal. Banyak yang menyangka bahwa Insomniac memanfaatkan DLC ini hanya sebagai media “cash grabbing”, namu tetuya mereka harus membuktikan bahwa kita semua salah, dengan konten yang lebih lagi di masa daepan. Penulis berharap, Insomniac mampu tampil lebih baik dan memberikan kejutan, untuk 2 DLC selanjutnya, “Turf War” dan “SIlver Lining” yang akan dirilis secara simultan pada November dan Desember 2018 mendatang.

70%
Layak Beli

The HEIST [DLC]

  • Overall
Comments
Loading...