fbpx
Spider-Man Review
Marvel's Spider-Man_20180911114637

Marvel’s Spider-Man Review – Sebuah Surat Cinta untuk Fans Spidey di Seluruh Dunia

Marvel’s Spider-Man merupakan salah satu superhero paling populer di dunia. Banyak yang mengatakan bahwa kepopulerannya hanya dapat disaingi oleh Superman dan Batman. Oleh karena itu, ketiganya disebut Superhero paling berpengaruh di mata penggemar komik di seluruh dunia. Kepopuleran Spidey berawal dari kemunculannya pada Amazing Fantasy pada tahun 1962. Kala itu Stanley dan Steve Ditko, sang kreator berpikir bahwa menciptakan Spider-Man merupakan ide yang cukup buruk.

Mereka awalnya ragu ide ini akan diterima publik, karena kebanyakan orang-orang takut dengan laba-laba.

Namun akhirnya ide tersebut malah menjadi salah satu yang paling brilian yang pernah tercipta, hingga menjadi salah satu ikon utama dan terbesar dari rumah produksinya, Marvel. Kekuatan, kecepatan, kemampuan menembak jaring dan menempel pada dinding, memesona pembaca dan dengan sekejap menjadikan Spider-Man sebagai sosok superhero idola. Di luar kehidupannya sebagai Superhero, kehidupan dan kepribadian Peter Parker yang merupakan seorang anak SMA yang miskin dan biasa saja, namun memiliki kepintaran yang membuatnya sering dijauhi teman-temannya menciptakan polemik kehidupan di antara bagaimana sulitnya menjadi seorang remaja biasa dan superhero sekaligus, yang membuat para pembaca merasa berempati padanya, terutama bagi kawula muda.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Terlepas dari semua hal tersebut, ada satu ranah yang memang belum sama sekali mendapatkan perhatian secara khusus bagi sang manusia laba-laba untuk menjadi sesuatu yang diakui atau bahkan digdaya di dalamnya. Apakah ranah tersebut? Video Game. Tak dipungkiri, Spider-Man mungkin memilik sejarah yang sangat panjang sebagai superhero pertama yang mendapatkan adaptasi Video Game pada tahun 80-an. Namun selama ini, seiring berjalannya waktu, belum ada video game yang benar-benar memenuhi ekspektasi para penggemar Spider-Man.

Marvel’s Spider-Man merupakan sebuah game yang akhirnya memutus tradisi tersebut. Di tangan Sony dan Insomniac, melalui sistem dan konsol paling baru, Spider-Man benar-benar berubah menjadi sebuah franchise Video Game yang akan kembali diperhitungkan saat ini, dan maupun di masa depan. Setelah menghabiskan kurang lebih 40 jam untuk menggapai trophy Platinum, Penulis berkesimpulan bahwa Marvel’s Spider-Man merupakan game Spider-Man terbaik yang pernah ada hingga saat ini. Ingin tahu kenapa? Mari kita bahas pada segmen selanjutnya.

Sistem Traversal yang Memukau

Apa itu Traversal? Traversal adalah kemampuan karakter untuk berpindah tempat dari satu titik (tempat) ke titik (tempat) yang lainnya. Dalam hal ini, seperti yang telah diketahui secara populer, Spider-Man menggunakan satu media yang menjadi ciri khasnya selama ini, yakni Swinging. Atau berayun dengan menggunakan jaring.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Marvel’s Spider-Man benar-benar mengeksplorasi bagian ini dengan sangat hati-hati yang mana mereka tidak mengulang berbagai kesalahan yang ada di dalam berbagai seri game Spider-Man yang pernah ada sebelumnya. Di dalam sebagian game lain, mekanisme swinging tidak terbatas pada realitas yang ada. Kita dapat menembakan sembarang jaring, maka Spider-Man akan dapat terbang di udara. Namun edisi kali ini tidak demikian. Kalian harus mendapatkan momentum yang tepat untuk menembakkan jadi dengan syarat adanya media di mana jaring itu akan “hinggap”. Baik itu gedung, tiang, maupun pepohonan.

Marvel’s Spider-Man adalah sebuah Manifestasi dari berbagai macam penyempurnaan Traversal System dari seluruh game Spider-Man yang ada hingga saat ini.

Jika gedung yang ada hanya di satu sisi, maka ayunan Spider-Man akan menyerong pada sudut terdekat, di mana gedung tersebut berada. Jika pepohonan yang pendek, maka ia akan berputar-putar di satu tempat yang sama. Bagi sebagian orang, mekanisme ini memang tidak terlalu penting. Namun mengenai keabsahan seorang Spider-Man, hal-hal yang tidak masuk akal maupun detail kecil namun mungkin sangat vital, seperti menembak jaring ke langit tentu akan mengurangi sedikit kenyamanan saat bermain game.

Spider-Man juga akan dapat memanfaatkan berbagai macam benda yang ada / menempel ke gedung  untuk menciptakan berbagai macam momentum untuk mempercepat laju berayun, maupun untuk sekedar melakukan aksi akrobatik demi terciptanya ayunan yang sempurna. Jika pemain berlari (menggunakan R2), Spidey akan melakukan Parkour untuk menghindari benda-benda yang menghalanginya. Ketika di udara, juga tidak terbatas pada kombinasi (R2 dan tombol X) saja, namun pemain juga dapat menggunakan kombinasi lain semisal meningkatkan momentum jatuh (Dive) dari ketinggian tertentu, dengan menggunakan L3 untuk menambah kecepatan amplitudo saat berayun, maupun L2+R2 untuk menjadikan sudut bangunan sebagai batu loncatan selanjutnya. Termasuk gaya-gaya akrobatik ketika di udara menggunakan tombol (Segitiga + Lingkaran ditambah dengan gerakan analog kiri ke berbagai arah).

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Dalam catatan pribadi penulis, ada 2 Game Spider-Man yang memiliki sistem Traversal yang cukup baik, di antaranya Spider-Man 2 (2004) dan Spider-Man: Web of Shadow (2008). Singkatnya, Marvel’s Spider-Man berhasil menciptakan sistem Traversal yang lebih baik bahkan mendekati sempurna, jika dibanding dengan game-game yang pernah ada sebelumnya.

Battle/Combat System yang Lebih Berwarna

Marvel’s Spider-Man memberikan warna baru bagi combat system. Apa yang diterapkannya merupakan kombinasi dari berbagai elemen yang ada dalam diri Spider-Man di mana semuanya dapat dikombinasikan dan saling berhubungan, mulai dari melee attack (menciptakan combo-combo serangan menggunakan pukulan dan tendangan). Web (menggunakan jaring), Gadget (menggunakan berbagai perlengkapan tambahan Spider-Man), dan Finisher (memberikan serangan terakhir untuk menyelesaikan pertarungan). Beberapa suit juga mempunyai kemampuan spesial yang dapat memberkan warna lain dalam setiap pertarungan.

  • Melee Attack: Kalian dapat menggunakan tombol-tombol kombinasi untuk menciptakan berbagai serangan pukulan dan tendangan, dengan menggunakan tombol kotak baik ketika di atas permukaan, maupun melayang di udara.
    Marvel's Spider-Man Review
    Marvel’s Spider-Man @hajimemori32
  • Webbing is Your Ally: Menggunakan tombol segitiga untuk melucuti senjata, maupun melempar lawan. Termasuk menggunakan kombinasi tombol R1 + L1, untuk melempar benda yang yang ada di sekitar kepada musuh.
  • Inspector Gadgets: Selain itu, kalian juga dapat menggunakan berbagai gadget yang ada dan dimiliki ole Spider-Man di dalam inventori milknya. Terdapat alat seperti Web Bomb, Trip Mine, Spider-Drone, Shock, dan lainnya yang dapat diupgrade dengan token nantinya. Penulis lebih suka menggunakan 2 alat pertama, karena memang sangat terasa kegunaannya, ketika melawan musuh yang berjumlah banyak. Namun kalian dapat menggunakan perlengkapan lain yang dirasa perlu, untuk menciptakan gaya pertarungan kalian sendiri.
  • Finishing with Elegancy: Finisher adalah berbagai gerakan yang akan dilakukan Spider-Man untuk melumpuhkan musuh-musuhnya dalam keadaan yang sudah memungkinkan. Gerakan ini dapat dihasilkan dengan menggunakan kombinasi tombol segitiga + tombol bulat di depan lawan yang mendapatkan petunjuk untuk dilumpuhkan. Gerakan ini akan mengakhiri pertarungan, dan Spider-Man dapat melakukannya maksimal 2x dalam pertempuran biasa, dan lebih dari 2x jika indikator fokus terisi penuh.

    Marvel's Spider-Man Review
    Marvel’s Spider-Man @hajimemori32
  • The Suits: Kita juga dapat memanfaatkan kombinasi yang dihasilkan dari berbagai kostum yang dimiliki oleh Spider-Man. Kostum ini dapat diunlock dengan menggunakan token yang didapat dari side mission maupun challenge. Termasuk kombinasi kemampuan yang dapat diupgrade sesuai kebutuhan. Kostum-kostum ini juga memiliki berbagai macam kemampuan khusus sebagai “special attack” dari Spider-Man. Misalkan Advanced Suit yang dapat meningkatkan Focus hingga dapat melakukan Finisher berkali-kali, Spider-Noir yang dapat mematikan alat komunikasi lawan, Iron Spider Infinity War yang mempunyai Kaki-Kaki mekanik, HomecominG Suit yang memiliki “Drowney“, dan masih banyak lagi kemampuan-kemampuan lainnya.
Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Kombinasi Combat yang dihasilkan oleh Spider-Man melalui jaring dan melee juga akan menjadi alternatif lain dalam melakukan serangan maupun bertahan dari serangan musuh. Insomniac memberikan kebebasan pada pemain untuk mengeksplorasi gaya bertarungnya sendiri. Apakah ia seorang Fighter, atau Gadgeter. Marvel’s Spider-Man memungkinkan semuanya menjadi sebuah kesatuan yang sangat utuh. Dan sukses menjadi sebuah konten menarik serta asyik untuk dieksplorasi setiap saat, tanpa menghasilkan sesuatu bernama “kebosanan”.

Easter Eggs dan Side Mission yang Mengasyikan

Dalam sebuah game open world, tidak lengkap rasanya jika sebuah game tidak mempunyai berbagai macam misi sampingan. Selama ini sebagai seorang pahlawan yang menjaga keamanan kota New York dan Manhattan, Spider-Man memang dikenal memiliki berbagai cerita maupun tugas sampingan di samping Cerita Utama.

Di awal perilisan trailer perdananya, Penulis selalu mewanti-wanti bahwa Game ini harus mendapatkan esensi yang selama ini hilang dari diri Spider-Man. Sebagai seorang pahlawan penjaga kota, tentu kita juga harus mendapatkan kesan bagi penduduk yang memang memandang kita sebagai seorang pahlawan. Spider-Man dikenal dengan sebutan “Friendly Neighborhood”, atau tetangga yang ramah ini, tentunya harus selalu memberikan yang terbaik bagi kota tempat bermainnya.

Dan syukurlah, Insomniac nampaknya sudah sangat mengerti akan esensi tersebut.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Di dalam game, Spider-Man sudah dikenal oleh mungkin seluruh warga New York sebagai seorang yang ramah kepada siapa saja. Jika kita berjalan-jalan di kota, seluruh penduduk akan takjub. Beberapa di antaranya bahkan ada yang berusaha menyapa kita, atau memberikan petunjuk akan sebuah kejadian yang nantinya akan menjadi hint bagi tugas sampingan yang harus kita kerjakan, atau bahkan meminta selfie bersama.

New York dalam game ini terlihat sangat hidup. Orang-orang di dalam kota (NPC) melakukan berbagai aktivitas yang lebih dari sekedar berjalan-jalan. Mereka memanggil taksi, mengomel ketika terjebak kemacetan, membeli eskrim, hot dogs, maupun sekedar duduk di taman, bahkan membersihkan ruangan maupun membaca buku di perpustakaan. Untuk NPC seperti polisi, mereka bahkan melaksanakan tugasnya, ketika Spider-Man tidak ada di lokasi kejadian. Seperti menilang mobil warga yang parkir sembarangan, hingga menangkap maling atau perampok yang ugal-ugalan pada saat malam.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32
Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Hal unik lainnya, semua akan mendapatkan kilas balik melalui acara “Just The Facts with JJJ” milik J. Jonah Jameson yang merupakan mantan Bos dari Peter ketika ia bekerja sebagai fotografer untuk Daily Bugle. Jameson akan memberikan review mengenai apa yang telah Spider-Man alami baik itu melalui Main Story maupun Side Quest. Misal, jika Spider-Man tidak berhasil menangkap para pelaku pencurian, maka pemilik toko atau rumah yang dicuri akan mengajukan komplain atau testimoni pada Jameson, sebelum kemudian dibahas olehnya sebagai berita dan reputasi negatif untuk Spider-Man. Begitupun ketika kita melihat sebuah alarm bahaya maupun permintaan tolong dari NPC untuk sebuah side quest, mereka akan menelepon Jameson dan bilang bahwa Spider-Man tidak mempedulikan kejahatan yang ada di sekitarnya, maupun tidak mau membantu dan hanya lewat saja.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Meski begitu tidak sedkit juga testimoni positif dari para penelepon Jameson, maupun “Twitter” yang dimiliki oleh sang manusia laba-laba yang juga ternyata eksis di Social Media. Beberapa follower-nya juga mengupdate berbagai kejadian yang telah kita lakukan sebagai Spider-Man di jalanan New York City. Mereka akan mengupdate status mengenai segala yang dilakukan Spider-Man. Tak jarang, Developer juga menyisipkan easter egg lucu, di tengah-tengah keriuhan para penggemar di dalam gamenya.

Selain itu, Insomniac juga memberikan berbagai macam easter egg melalui bangunan-bangunan ikonik yang nantinya akan menjadi landmark yang dapat kita foto. Selain itu, terdapat keterangan-keterangan simple namun sangat berisi jika diperhatikan dari Backpack (Tas Sekolah) milik Peter pada zaman masih sekolah di SMA dahulu yang akan kita temui dalam setiap perjalanan di kota New York. Spider-Man juga akan bergumam seolah memberikan keterangan apa yang ia rasakan dari tempat yang difoto maupun backpack yang diambil olehnya tersebut. Yang akan memberikan kita gambaran bahwa ia juga pernah terlibat dan mempunyai hubungan ataupun sejarah dengan macam-macam orang maupun barang yang diambil olehnya tersebut.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Story yang Kuat dan Mengagumkan

Mengapa Penulis menyimpan pembahasan ini pada segmen akhir? Karena memang Story Marvel’s Spider-Man dapat dikatakan merupakan titik dan nilai jual yang paling tinggi dari seluruh aspek yang ada di dalam serta menjadi inti dari Game ini. Berbeda dengan seri-seri yang pernah ada sebelumnya, Spider-Man yang ditampilkan dalam seri ini merupakan Spider-Man paling humanis yang pernah ada dalam sejarah Game. Ia bukanlah sosok yang sempurna dan dapat menyelesaikan berbagai macam masalah dalam sekejap mata, melainkan hanyalah seorang pemuda yang selalu mencoba untuk memberikan yang terbaik demi orang lain.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Insomniac memberikan kita berbagai sudut pandang baru dalam sebuah game Spider-Man. Untuk pertama kalinya, fokus cerita dan gameplay diarahkan kepada 3 karakter yakni Peter / M.J. / dan Miles Morales. Namun meski demikian, seluruh karakter yang ada di dalam game, mempunyai peran yang tidak berlebihan dan terkait satu sama lain. Peter Parker adalah seorang Scientist yang bekerja sampingan dalam sebuah proyek kecil di labnya. Mary Jane merupakan seorang Repoter yang ingn mengungkap kasus kejahatan, dan Miles Morales yang terinspirasi Ayahnya untuk selalu membantu orang lain, seluruhnya dilandasi dengan asas yang identik yakni “untuk menolong sesama”.

It’s Amazing and Spectacular.. It’s Friendly Neighborhood Spider-Man

Karakter Spider-Man sendiri di dalam game ini telah berusia 8 tahun. Ia telah menghadapi berbagai macam musuh mulai dari Electro, The Vulture, Scorpio, Rhino, hingga dalang kejahatan terbesar New York yang mempunyai pengaruh sangat besar dalam rantai kriminal selama ini, Wilson Fisk a.k.a The Kingpin. Lucunya, semua yang terjadi dalam 8 tahun terakhir, akan dapat kita temui sebagai bagian cerita yang terpisah dan sambung menyambung dalam Ransel yang ditinggalkan Peter selama ini, yang tersebar di berbagai penjuru kota New York.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Peter Parker akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari game ini. Di mana sosoknya yang emosional benar-benar digali dengan sangat baik, bukan hanya sebagai superhero namun juga sebagai seorang pemuda biasa yang tinggal di sebuah distrik Queens, New York. Bagaimana ia bertransformasi menjadi karakter yang humble dan selalu memprioritaskan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadinya. Bagaimana kedekatannya dengan kedua “orang tua” angkatnya, bagaimana ia menyanjung orang yang dikaguminya, bagaimana orang-orang di penampungan memperlakukannya, akan menjadi gambaran Peter Parker yang memang belum pernah kita lihat dalam inkarnasinya dalam seri Spider-Man manapun yang pernah ada sebelumnya.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Mary Jane Watson juga merupakan salah satu karakter sentral yang membangun cerita Marvel’s Spider-Man. Sebagai karakter yang playable, ia mampu memberikan sudut pandang lain dari berbagai titik yang tidak mampu dijangkau oleh Spider-Man maupun Peter Parker. Di posisi di mana ia telah mengetahui jati diri Peter yang sebenarnya, keduanya bekerjasama sebagai Partner dalam mengungkap sindikat kejahatan yang meneror kota New York. MJ merupakan salah satu karakter yang memberikan dinamika pada kepribadian Peter Parker maupun Spider-Man.

Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Di sisi lainnya, Miles Morales memberikan kita sebuah sajian dan inspirasi bagi kawula muda. Sebagai seorang remaja yang bahkan tidak punya kekuatan, ia masih ingin membantu orang-orang yang ada di sekitarnya. Memberikan makna bahwa siapapun dapat melakukan sesuatu, selama ada kerja keras dan kemauan, tanpa harus bergantung pada seorang pahlawan.

Kesimpulan Final

Marvel’s Spider-Man adalah game yang mempunyai berbagai macam aspek dengan nilai yang nyaris sempurna. Insomniac membuktikan bahwa mereka tidak hanya dapat mengembalikan citra Spider-Man yang disegani di dunia game, namun juga memberikan standar baru bahwa sebuah game Superhero dapat diartikulasi menjadi sebuah karya seni yang mampuni.

Marvel’s Spider-Man adalah sebuah Perayaan Besar akan segala hal-hal yang fans cintai dari si Kepala Jaring.

Marvel's Spider-Man Review
Marvel’s Spider-Man @hajimemori32

Apa yang kalian harapkan, terutama Penulis secara pribadi (selama 1 dekade terakhir) untuk melihat dan merasakan sebuah game Spider-Man dengan kualitas Master Class dapat ditemui di dalam game ini. Melompat, Berayun, Combat, Side Mission, dan Story, semuanya ditampilkan dengan begitu apik dan ciamik. Marvel’s Spider-Man adalah Surat Cinta, akan Dedikasi Fans yang ada di seluruh dunia. Yang mengharapkan hadirnya game Spider-Man dengan kualitas yang nyaris sempurna.

Jika sebelumnya, Penulis menganggap bahwa tidak akan ada yang dapat mengalahkan Spider-Man: Web of Shadow sebagai game terbaik untuk franchise ini, maka saat ini Penulis bahkan berani bertaruh, bahwa Marvel’s Spider-Man adalah game Spider-Man terbaik yang pernah ada selama ini.

Meski begitu, game ini juga bukan tanpa kekurangan. Insomniac juga masih memberikan update rutin jika ada komplain mengenai bug yang ada di dalam game. Berbagai kekurangan yang ada tentunya akan membuat Insomiac kembali berpikir mengenai apa yang harus diperbaiki sebelum dirilisnya DLC maupun sekuel yang lebih baik di masa depan.

More Stories
Weapon Skins untuk PUBG Telah Beredar Berikut Informasi Lengkapnya